Unknown Unknown Author
Title: Dalam Menulis Sisipkanlah Emosimu
Author: Unknown
Rating 5 of 5 Des:
Ada banyak orang yang beranggapan jika seorang penulis adalah bak seorang profesor yang hanya mengandalkan pikiran rasionalnya saat...



Ada banyak orang yang beranggapan jika seorang penulis adalah bak seorang profesor yang hanya mengandalkan pikiran rasionalnya saat menulis. Tapi saya harus katakan bahwa seorang penulis hebat akan selalu menyisipkan sisi emosional dalam bukunya.

Apa yang ada dibenak Anda ketika membaca sebuah tesis atau disertasi? Dingin! Kaku! Beruntung disertasi atau tesis hanya menjadi konsumsi di universitas, jika semua buku ditulis dengan cara seorang mahasiswa menyusun karya ilmiahnya maka akan sedikit buku yang akan dibaca.

Lalu seperti apa sesungguhnya karya yang mampu memikat pembaca meskipun apa yang dituliskan sesuatu yang bersifat ilmiah? Tentu saja yang mengandung pikiran si penulis dan juga "hatinya".

Saya percaya karya-karya yang ditulis dengan gairah, antusias, semangat akan selalu membawa spirit tersebut. Apa yang Anda rasakan ketika membaca buku Karl Marx seperti Das Kapital atau German Ideology yang dianggap banyak orang sebagai buku non fiksi yang mampu menguncang dunia ?

Gairah yang tinggi, semangat berapi-api untuk menciptakan perubahan yang bercampur kemarahan terhadap kebobrokan sistem yang ada pada masanya.Dan sesungguhnya ada banyak karya-karya besar yang ditulis dengan sisipan emosi sang penulis dan menyentuh hati para pembacanya. 

Lalu pertanyaannya bagaimana kita menanamkan sisi emosional dalam karya kita ?

Pertama, ciptakan kondisi emosional tertentu ketika Anda akan menulis. Bangunlah gairah, semangat saat Anda akan menuangkan ide-ide dalam tulisan Anda seolah Anda akan merubah dunia.

Kedua, bayangkan apa yang Anda tuliskan. Ketika Anda ingin menulis sebuah artikel tentang pemasaran gunakan imajinasi Anda merekonstruksi konteks dari ide yang akan Anda tuangkan. Bayangkan seorang wiraniaga yang melakukan seperti apa yang hendak Anda tuliskan saat akan atau sembari menuangkan gagasan Anda.

Ketiga, berceritalah. Jika Anda membaca buku-buku karya penulis luar negeri mereka umumnya banyak menyisipkan cerita-cerita yang merupakan ilustrasi dari ide-ide yang mereka sampaikan.Ketika Anda menuliskan pengalaman Anda sendiri maka Anda akan menghadirkan kembali perasaan Anda dahulu ketika mengalaminya.Perasaan itu bisa gembira, sedih, terharu dan itu dapat larut dalam tulisan Anda. 

Ketika Anda mengalami lebih banyak pengalaman emosional ketika menulis maka tulisan Anda tidak hanya mampu menginspirasi pembaca namun juga menyentuh hatinya. Efek dari karya Anda akan memberikan bekas mendalam tidak hanya dalam pikiran tapi juga perasaan pembaca Anda.

About Author

Advertisement

Post a Comment

 
Top